INILAH ARTI DAN PENGERTIAN LAUH MAHFUZH


Lauh Mahfuzh dalam bahasa Arab: (Arab:لَوْحٍ مَحْفُوظٍ) pengertian atau artinya adalah kitab tempat Allah menuliskan segala seluruh skenario/ catatan kejadian di alam semesta. Lauh Mahfuzh disebut di dalam kitab suci Al-Qur'an sebanyak 13 kali.

Sebutan lain dari Lauh Mahfuzh

Nama lain dari Lauh Mahfuzh berdasarkan Al-Qur'an adalah sebagai berikut:

Induk Kitab (أم الكتاب, Ummu al-Kitab),
Kitab yang Terpelihara (كِتَابٍ مَّكْنُونٍ, Kitabbim Maknuun).

“...pada kitab yang terpelihara (Lauhul Mahfuzh),...(Al-Waaqi'ah, 56:78)

Kitab yang Nyata (كِتَابٍ مُّبِينٍ, Kitabbim Mubiin).

“Tiada sesuatu pun yang ghaib di langit dan di bumi, melainkan (terdapat) dalam kitab yang nyata (Lauh Mahfuzh). (An Naml, 27:75)
Gambaran Lauh Mahfuzh

Menurut syariat Islam, Allah telah mencatat segala kejadian-kejadian di dalam Lauh Mahfuzh, dari permulaan zaman sampai akhir zaman. Baik berupa kisah nabi dan rasul, azab yang menimpa suatu kaum, pengetahuan tentang wahyu para nabi dan rasul, tentang penciptaan alam semesta dan lain-lain. Sekalipun jika kita tidak melihat segala sesuatu, semua itu ada dalam Lauh Mahfuzh.

Wujud Lauh Mahfuz yang diyakini oleh para sahabat adalah sebidang papan atau tulang yang biasa ditulisi. Papan dan tulang itu hanya disebut lauh jika sudah ditulisi.

Lauh Mahfuzh akan kekal selamanya karena ia termasuk makhluk yang abadi, selain Lauh Mahfuzh makhluk abadi ada 'Arsy, surga, neraka dan lain-lain.

Allah telah menjadikan Lauh Mahfuzh ini sebagai tempat untuk menyimpan segala rahasia dilangit dan di bumi. Jin dari golongan setan akan berusaha untuk mencuri segala rahasia yang tertulis di dalamnya untuk menipu manusia. Disamping itu, mereka juga memiliki tujuan untuk memainkan aqidah manusia. Sebab itu Allah melarang manusia untuk mengetahui ramalan nasib, karena peramal itu dibantu oleh jin dan jin itu akan membisikkan hasil curian itu kedalam hati peramal. Jika ada setan yang berusaha mencuri berita, maka malaikat penjaga Luh Mahfuzh akan melemparkan bintang ke arah pencuri berita tersebut, pelemparan ini yang kadang-kadang kita lihat dengan adanya bintang jatuh atau meteor.
Tidak banyak diketahui tentang Lauh Mahfuz dan para ulama jarang menjabarkannya dengan detail, karena ia adalah urusan alam ghaib/ rahasia Allah. Dalam Al-Quran pun, Luh Mahfuz di sebut secara sepintas saja, tanpa penjelasan lebih lanjut. Sebagai contohnya dalam satu peristiwa yang amat bersejarah, ahli tafsir menyatakan Luh Mahfuz disebut berkaitan dengan Nuzul Al-Quran dari Luh Mahfuz ke Baitul Izzah (langit dunia) secara sekaligus yang terjadi dalam bulan Ramadhan (Wikiperdia.org).

Sumber: 
https://id.wikipedia.org/wiki/Loh_Mahfuz
Artikel ini ditulis juga di situs berikut:
http://www.kumpulanmisteri.com/2015/11/misteri-kitab-lauhul-mahfudz-yang.html
www.kompasiana.com/.../dimanakah-kitab-lauh-mahfuzh_55a5e3fef47e615906375c
www.muslimbusana.com/umum/lauh-mahfuzh-qalam-dan-penulisan.../index.htm
https://islamagamauniversal.wordpress.com/.../lauh-mahfuzh-dan-kandungan-isinya/

INILAH KEUTAMAAN DAN PAHALA MENANAM POHON HIJAU MENURUT ISLAM

Menanam sebuah pohon itu penting dan sangat bermanfaat, tidak hanya bagi diri sendiri, juga bagi orang banyak di sekitar kita. Selama ini ada sebagian orang menyangka bahwa program penghijauan bukanlah suatu amalan yang mendapatkan pahala di sisi Allah, sehingga ada diantara mereka yang bermalas² dalam mendukung program tersebut. Demi menepis persangkaan yang salah ini, kali ini kami akan mengulas PENTINGNYA PENGHIJAUAN menurut tuntunan Rasulullah SAW beserta dalil²nya.

Mungkin anda masih mengingat sebuah hadits yang masyhur dari Rasulullah SAW, beliau bersabda,
إِذَا مَاتَ اْلإِنْسَانُ انْقَطَعَ عَنْهُ عَمَلُهُ إِلاَّ مِنْ ثَلاَثَةٍ إِلاَّ مِنْ صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ أَوْ عِلْمٍ يُنْتَفَعُ بِهِ أَوْ وَلَدٍ صَالِحٍ يَدْعُو لَهُ
“Jika seorang manusia meninggal dunia, maka terputuslah seluruh amalannya, kecuali dari tiga perkara: sedekah jariyah (yang mengalir pahalanya), ilmu yang dimanfaatkan, dan anak shaleh yang mendo’akan kebaikan baginya”. [HR. Muslim]

Jadi, menghijaukan lingkungan dengan tanaman yang kita tanam merupakan sedekah dan amal jariyah bagi kita –walau telah meninggal- selama tanaman itu tumbuh atau berketurunan.

Rasulullah SAW bersabda,
مَا مِنْ مُسْلِمٍ يَغْرِسُ غَرْسًا أَوْ يَزْرَعُ زَرْعًا فَيَأْكُلُ مِنْهُ طَيْرٌ أَوْ إِنْسَانٌ أَوْ بَهِيمَةٌ إِلاَّ كَانَ لَهُ بِهِ صَدَقَةٌ
“Tak ada seorang muslim yang menanam pohon atau menanam tanaman, lalu burung memakannya atau manusia atau hewan, kecuali ia akan mendapatkan sedekah karenanya”. [HR. Al-Bukhoriy]
Seorang muslim yang menanam tanaman tak akan pernah rugi di sisi Allah SWT sebab tanaman tersebut akan dirasakan manfaatnya oleh manusia dan hewan, bahkan bumi yang kita tempati. Tanaman yang pernah kita tanam lalu diambil oleh siapa saja, baik dengan jalan yang halal, maupun jalan haram, maka kita sebagai penanam tetap mendapatkan pahala, sebab tanaman yang diambil tersebut berubah menjadi sedekah bagi kita.

Rasulullah SAW bersabda,
مَا مِنْ مُسْلِمٍ يَغْرِسُ غَرْسًا إِلَّا كَانَ مَا أُكِلَ مِنْهُ لَهُ صَدَقَةً وَمَا سُرِقَ مِنْهُ لَهُ صَدَقَةٌ وَمَا أَكَلَ السَّبُعُ مِنْهُ فَهُوَ لَهُ صَدَقَةٌ وَمَا أَكَلَتْ الطَّيْرُ فَهُوَ لَهُ صَدَقَةٌ وَلَا يَرْزَؤُهُ أَحَدٌ إِلَّا كَانَ لَهُ صَدَقَةٌ
“Tak ada seorang muslim yang menanam pohon, kecuali sesuatu yang dimakan dari tanaman itu akan menjadi sedekah baginya, dan yang dicuri akan menjadi sedekah. Apa saja yang dimakan oleh binatang buas darinya, maka sesuatu (yang dimakan) itu akan menjadi sedekah baginya. Apapun yang dimakan oleh burung darinya, maka hal itu akan menjadi sedekah baginya. Tak ada seorangpun yang mengurangi, kecuali itu akan menjadi sedekah baginya” . [HR. Muslim]

Penghijauan alias REBOISASI merupakan amalan sholeh yang mengandung banyak manfaat bagi manusia di dunia dan untuk membantu kemaslahatan akhirat manusia.

Jika demikian banyak manfaat dari REBOISASI alias penghijuan, maka tak heran jika agama kita memerintahkan umatnya untuk memanfaatkan tanah dan menanaminya sebagaimana yang dijelaskan oleh Rasulullah dalam hadits lainnya, seperti beliau pernah bersabda,
إِنْ قَامَتْ السَّاعَةُ وَبِيَدِ أَحَدِكُمْ فَسِيلَةٌ فَإِنْ اسْتَطَاعَ أَنْ لَا يَقُومَ حَتَّى يَغْرِسَهَا فَلْيَفْعَلْ
“Jika hari kiamat telah tegak, sedang di tangan seorang diantara kalian terdapat bibit pohon korma; jika ia mampu untuk tidak berdiri sampai ia menanamnya, maka lakukanlah”. [HR. Ahmad]

Rasulullah SAW tidak mungkin memerintahkan suatu perkara kepada umatnya dalam kondisi yang genting dan sempit seperti itu, kecuali karena perkara itu amat penting, dan besar manfaatnya bagi seorang manusia. Semua ini menunjukkan tentang keutamaan “Go Green” alias program penghijauan.

Saking besarnya manfaat dari penghijauan lingkungan alias REBOISASI,tanah yang dahulu kering kerontang bisa berubah menjadi tanah subur.Sungai yang dahulu gersang, dengan reboisasi bisa berubah menjadi berair.

Rasulullah SAW pernah bersabda dalam sebuah yang shohih,
لاَ تَقُومُ السَّاعَةُ حَتَّى تَعُودَ أَرْضُ الْعَرَبِ مُرُوجًا وَأَنْهَارًا
“Tak akan tegak hari kiamat sampai tanah Arab menjadi tanah subur, dan sungai-sungai”. [HR. Ahmad]

Sebagian orang menyangka bahwa program penghijauan bukanlah suatu amalan yang mendapatkan pahala di sisi Allah, sehingga ada diantara mereka yang bermalas-malasan dalam mendukung program tersebut. Demi menepis persangkaan yang salah ini, kali ini kami akan mengulas PENTINGNYA PENGHIJAUAN menurut tuntunan Rasulullah beserta dalil²nya.

Rasulullah SAW bersabda,
مَا مِنْ مُسْلِمٍ يَغْرِسُ غَرْسًا أَوْ يَزْرَعُ زَرْعًا فَيَأْكُلُ مِنْهُ طَيْرٌ أَوْ إِنْسَانٌ أَوْ بَهِيمَةٌ إِلاَّ كَانَ لَهُ بِهِ صَدَقَةٌ
“Tak ada seorang muslim yang menanam pohon atau menanam tanaman, lalu burung memakannya atau manusia atau hewan, kecuali ia akan mendapatkan sedekah karenanya”. [HR. Al-Bukhoriy]

Rasulullah SAW bersabda,
مَا مِنْ مُسْلِمٍ يَغْرِسُ غَرْسًا إِلَّا كَانَ مَا أُكِلَ مِنْهُ لَهُ صَدَقَةً وَمَا سُرِقَ مِنْهُ لَهُ صَدَقَةٌ وَمَا أَكَلَ السَّبُعُ مِنْهُ فَهُوَ لَهُ صَدَقَةٌ وَمَا أَكَلَتْ الطَّيْرُ فَهُوَ لَهُ صَدَقَةٌ وَلَا يَرْزَؤُهُ أَحَدٌ إِلَّا كَانَ لَهُ صَدَقَةٌ
“Tak ada seorang muslim yang menanam pohon, kecuali sesuatu yang dimakan dari tanaman itu akan menjadi sedekah baginya, dan yang dicuri akan menjadi sedekah. Apa saja yang dimakan oleh binatang buas darinya, maka sesuatu (yang dimakan) itu akan menjadi sedekah baginya. Apapun yang dimakan oleh burung darinya, maka hal itu akan menjadi sedekah baginya. Tak ada seorangpun yang mengurangi, kecuali itu akan menjadi sedekah baginya” . [HR. Muslim]

Al-Imam Abu Zakariyya Yahya Ibn Syarof An-Nawawiy -rahimahullah- berkata menjelaskan faedah- faedah dari hadits yang mulia ini, “Di dalam hadits-hadits ini terdapat keutamaan menanam pohon dan tanaman, bahwa pahala pelakunya akan terus berjalan (mengalir) selama pohon dan tanaman itu ada, serta sesuatu (bibit) yang lahir darinya sampai hari kiamat masih ada.

Jika demikian banyak manfaat dari REBOISASI alias penghijauan, maka tak heran jika agama kita memerintahkan umatnya untuk memanfaatkan tanah dan menanaminya sebagaimana yang dijelaskan oleh Rasulullah SAW dalam hadits lainnya, seperti beliau pernah bersabda,
إِنْ قَامَتْ السَّاعَةُ وَبِيَدِ أَحَدِكُمْ فَسِيلَةٌ فَإِنْ اسْتَطَاعَ أَنْ لَا يَقُومَ حَتَّى يَغْرِسَهَا فَلْيَفْعَلْ
“Jika hari kiamat telah tegak, sedang di tangan seorang diantara kalian terdapat bibit pohon korma; jika ia mampu untuk tidak berdiri sampai ia menanamnya, maka lakukanlah”. [HR. Ahmad]

Rasulullah tidak mungkin memerintahkan suatu perkara kepada umatnya dalam kondisi yang genting dan sempit seperti itu, kecuali karena perkara itu amat penting, dan besar manfaatnya bagi seorang manusia. Semua ini menunjukkan tentang keutamaan “Go Green”alias program penghijauan yang digalakkan oleh pemerintah kita –semoga Allah memberikan balasan kebaikan bagi mereka-.
Saking besarnya manfaat dari penghijauan lingkungan alias REBOISASI, tanah yang dahulu kering kerontang bisa berubah menjadi tanah subur.Sungai yang dahulu gersang, dengan reboisasi bisa berubah menjadi berair.

Rasulullah SAW pernah bersabda
لاَ تَقُومُ السَّاعَةُ حَتَّى تَعُودَ أَرْضُ الْعَرَبِ مُرُوجًا وَأَنْهَارًا
“Tak akan tegak hari kiamat sampai tanah Arab menjadi tanah subur, dan sungai-sungai”. [HR. Ahmad dalam Al-Musnad (2/370 & 417), dan Muslim dalam Kitab Ash-Shodaqoh (2336)],

Ketika para sahabat mendengarkan hadits-hadits ini, maka mereka berlomba-lomba dan saling mendorong untuk melakukan program penghijauan ini, karena ingin mendapatkan keutamaan dari Allah -Azza wa Jalla- di dunia dan di akhirat berupa ganjaran pahala.

Para pembaca yang budiman, jika kita mau membuka sebagian kitab-kitab hadits yang berisi keterangan dan petunjuk jalan hidup para salaf (pendahulu) kita dari kalangan sahabat dan generasi setelahnya, maka kita akan mendapatkan manusia-manusia yang memiliki semangat dalam menggalakkan perintah Nabi -Shallallahu alaihi wa sallam- dalam perkara ini.

Seorang tabi’in yang bernama Umaroh bin Khuzaimah bin Tsabit Al-Anshoriy Al-Madaniy -rahimahullah- berkata,

سَمِعْتُ عُمَرَ بْنَ الْخَطَّابِ‏‎ ‎يَقُوْلُ لأَبِيْ : مَا يَمْنَعُكَ‏‎ ‎أَنْ تَغْرِسَ أَرْضَكَ ؟ فَقَالَ‏‎ ‎لَهُ أَبِيْ : أَنَا شَيْخٌ كَبِيْرٌ‏‎ ‎أَمُوْتُ غَدًا ، فَقَالَ لَهُ‏‎ ‎عُمَرُ : أَعْزِمْ عَلَيْكَ‏‎ ‎لَتَغْرِسَنَّهَا, فَلَقَدْ‏‎ ‎رَأَيْتُ عُمَرَ بْنَ الْخَطَّابِ‏‎ ‎يَغْرِسُهَا بِيَدِهِ مَعَ أَبِيْ

“Aku pernah mendengarkan Umar bin Khoththob berkata kepada bapakku, “Apa yang menghalangi dirimu untuk menanami tanahmu?” Bapakku berkata kepada beliau, “Aku adalah orang yang sudah tua, akan mati besok.” Umar berkata kepadanya, “Aku mengharuskan engkau (menanamnya). Engkau harus menanamnya!” Sungguh aku melihat Umar bin Khoththob menanamnya dengan tangannya bersama bapakku.” [HR. Ibnu Jarir Ath-Thobariy sebagaimana dalam Ash-Shohihah (1/1/39)]

Al-Imam Al-Bukhoriy -rahimahullah- meriwayatkan sebuah atsar dari Nafi’ bin Ashim bahwa,

أَنَّهُ سَمِعَ عَبْدَ اللهِ بْنَ‏‎ ‎عَمْرٍو قَالَ لابْنِ أَخٍ لَهُ‏‎ ‎خَرَجَ مِنَ الْوَهْطِ : أَيَعْمَلُ‏‎ ‎عُمَّالُكَ ؟ قَالَ : لاَ أَدْرِيْ ،‏‎ ‎قَالَ : أَمَا لَوْ كُنْتَ‏‎ ‎ثَقَفِيًّا لَعَلِمْتَ مَا‎ ‎يَعْمَلُ عُمَّالُكَ ، ثُمَّ‏‎ ‎الْتَفَتَ إِلَيْنَا فَقَالَ :‏‎ ‎إِنَّ الرَّجُلَ إِذَا عَمِلَ مَعَ‏‎ ‎عُمَّالِهِ فِيْ دَارِهِ – وَقَالَ‏‎ ‎أَبُوْ عَاصِمٍ مَرَّةً : فِيْ‏‎ ‎مَالِهِ – كَانَ عَامِلاً مِنْ‏‎ ‎عُمَّالِ اللهِ عَزَّ وَجَلَّ

“Dia pernah mendengar Abdullah bin Amer -radhiyallahu anhu- berkata kepada keponakannya yang telah keluar dari kebunnya, “Apakah para pekerjamu sedang bekerja?” Keponakannya berkata, “Aku tak tahu.” Beliau berkata, “Ingatlah, andaikan engkau adalah orang Tsaqif, maka engkau akan tahu tentang sesuatu yang dikerjakan oleh para pekerjamu.” Kemudian beliau menoleh kepada kami seraya beliau berkata, “Sesungguhnya seseorang bila bekerja bersama para pekerjanya di kampungnya atau hartanya, maka ia adalah pekerja di antara pekerja-pekerja Allah -Azza wa Jalla-.” [HR. Al-Bukhoriy dalam Al-Adab Al-Mufrod (448). Syaikh Al-Albaniy men-shohih-kan hadits ini dalam Shohih Al-Adab (hal. 154)]

Amer bin Dinar -rahimahullah- berkata,

عَنْ عَمْرٍو قَالَ: دَخَلَ عَمْرُو‎ ‎بْنُ الْعَاصِ فِيْ حَائِطٍ لَهُ‏‎ ‎بِالطَّائِفِ يُقَالُ لَهُ‏‎ ‎الْوَهْطُ, فِيْهِ أَلْفُ أَلْفِ‏‎ ‎خَشَبَةٍ اِشْتَرَى كُلَّ خَشَبَةٍ‏‎ ‎بِدِرْهَمٍ –يَعْنِيْ: يُقِيْمُ‏‎ ‎بِهِ اْلأَعْنَابَ-‏‎

“Amer bin Al-Ash pernah masuk ke dalam suatu kebun miliknya di Tho’if yang dinamai dengan “Al-Wahthu”. Di dalamnya terdapat satu juta batang kayu. Beliau telah membeli setiap kayu dengan harga satu dirham. Maksudnya, beliau menegakkan dengannya batang-batang anggur.” [HR. Ibnu Asakir dalam Tarikh Dimasyqo (46/182)]

Para pembaca yang budiman, perhatikanlah sahabat Amer bin Al-Ash telah berani berkorban demi memelihara tanaman-tanaman yang terdapat dalam kebunnya. Semua ini menunjukkan kepada kita tentang semangat para sahabat Nabi -Shallallahu alaihi wa sallam- dalam melaksanakan perintah dan anjuran beliau dalam menghijaukan lingkungan. Maka contohlah mereka dalam perkara ini, niscaya kalian mendapatkan keutamaan sebagaimana yang mereka dapatkan. Namun satu hal perlu kita ingat bahwa usaha dan program penghijauan seperti ini terpuji selama tidak melalaikan kita dari kewajiban, seperti jihad, sholat berjama’ah, mengurusi anak dan keluarga atau kewajiban-kewajiban lainnya yang sepatutnya kita utamakan karena Allah. 

Sumber: 
https://id-id.facebook.com/ForumHijauIndonesia/posts/247881641969607
https://fadhlihsan.wordpress.com/2010/03/15/pahala-bagi-orang-yang-menanam-pohon-sewaktu-di-dunia/
https://petanirumahan.com/2013/07/11/hadits-hadits-anjuran-bercocok-tanam-bagian-i/

MENGENAL DAN MEMAHAMI PENGERTIAN TASHAWWUF

Sisa-Harimanusia---Para santri dan hadirin-Hadirat sekalian, berikut ini kita akan mencoba memahami dan mengenal pengertian Tahawwuf, hal ini dilakukan dalam rangka persipan kita untuk mengkaji lebih jauh dan lebih dalam tentang ilmu shawwuf secara lebih detail lagi.

Asal Mula Kata Tashawwuf

Bila kita mengkaji asal kata sufi, baik melalui buku-buku atau kitab-kitab yang ditulis para ulama, mulai pada masa lampau hingga saat sekarang ini belum pernah ada kesepakatan dari para ahli tentang masalah ini. Para ahli Tashawwuf sendiri masih berbeda pendapat mengenai asal mula kata shufi itu. Ada yang mengatakan, bahwa lafadh shufi berasal dari kata Shafw, artinya bersih atau shafa, artinya jernih. Ada pula berpendapat bahwa kata tashawwuf itu berasal dari kata Shuffah, yaitu nama suatu kamar disamping masjid Rasulullah SAW di Kota Madinah.

Ada sebagian ahli Tashawwuf yang berpendapat bahwa Sufi berasal dari kata tashawwafa - yatashawwafu - tashawwufan, yaitu fi'il madli dari tsulatsi mazid ruba'i yang mendapatkan tambahan ta' pada permulaannya dan tasydid pada 'ai fi'ilnya. Sedangkan tsulatsi mujarad dari lafadh tashawwafa adalah Shaafa yang artinya banyak bulu. Menurut ilmu sharaf bia ada wazan tafa'ala maka mengandung arti shairurah artinya menjadi, seperti lafadh :

Artinya: "Telah menjadi janda seorang wanita".

Mengenai perbedaan asal kata shufi ini lebih lanjut dijelaskan oleh Syaikhul Islam dan seorang tokoh shufi pembaharu, Syaikh Ahmad Taqiyuddin Ibnu Taimiyah, Bahwa perbedaan tentang asal kata shufi yang beraneka ragam itu disebabkan adanya kata ini sebagai nisbah kepada sesuatu. Umpamanya kata Quraisy (orang Quraisy), Madany (orang Madinah) dan sebagainya.

Menurut beliau, ada pula yang mengatakan kata itu dinisbahkan padda kata shufah dan pendapat ini jelas salah, karena kalau dinisbahkan pada kata shufah maka menjadi shufi (tanpa huruf "wawu"). Dan ada pula yang mengatakan  dinisbahkan pada kata shaf pertama dalam sholat, yang juga tidak tepat karena kalau dinisbahkan pada kata shaf menjadi shafi. Adapula yang mengatakan dinisbahkan kepada kata shafwat (kebersihan) juga tidak tepat karena kalau dinisbahkan kepada kata shafwat menjadi shafawi. Dan ada pula yang menyandarkan kepada kata shufah bin Qisyar bin Ad bin Thabihah nama dari salah satu suku bangsa Arab purba yang tinggal di dekat kota Makkah. Mereka terkenal dengan ketekunan dan kegemaran beribadah disandarkan kepada mereka, tentunya lebih tepat kalau disandarkan pada sahabat dan tabi'in. Karena itu adalah orang yang banyak berbicara tentang tashawwuf yang dinamakan shufi tidak mengenal suku ini, bahkan mereka tidak akan menerima sandaran kata ini kepada suatu suku yang hanya ada di zaman Jahiliyah dan sudah tidak ada lagi di zaman Islam. Dan dikatakan yang lebih tepat kalau kata shufi disandarkan kepada pakaian shuf (wol), karena kata shufi untuk pertama kali dikenal di kota Bashrah dan mereka pula yang pertama membangun tempat tinggal orang shufi seperti Abdul Walid bin Zaid. Sedangkan Abdul Walid bin Zaid adalah teman tokoh shufi Hasan Al Bashri.

Untuk mengetahui secara jelas kata-kata shufi, asal kata dari Tashawwuf dimana kata ini pertama kalinya dipakai oleh seorang Zahid yang bernama Abu Hasyim Al Kufi (wafat tahun 150 H), maka perlu dikemukakan teori-teori sebagai berikut :

1. Ahlus Shuffah :

Adalah orang-orang yang ikut pindah dengan Nabi dari Makkah ke Madinah dan karena kehilangan harta, berada dalam keadaan semakin miskin dan tak mempunyai apa-apa. Mereka tinggal di Masjid Nabi dan di atas bangku batu dengan dengan memakai pelana sebagai bantal. Pelana disebut Shuffah. Inggrisnya "Saddle Cushion" dan kata shofa dalam bahasa Eropa berasal dari kata shuffah. Sesungguhnya miskin Ahlus Shuffah, berarti baik dan mulia. Sifat tidak mementingkan keduniaan, miskin tetapi berhati baik dan mulia itulah sifat kaum shufi.

2. Shof :   pertama

Sebagaimana halnya dengan orang sholat di shaf pertama mendapat kemuliaan dan pahala, demikian pula kaum shufi dimuliakan Allah dan diberi pahala oleh Allah SWT.

3. Shufi ...dari kata.....dan.....

Yaitu suci. Seorang shufi adalah orang yang disucikan dan kaum shufi adalah orang-orang yang

telah mensucikan dirinya melalui latihan berat dan lama.

4. Shophos kata Yunani yang berarti hikmah. Orang shufi betul ada hubungannya dengan hikmat, hanya S dalam sophos ditranslitasikan kedalam bahasa Arab menjadi    bukan    sebagaimana kelihatan dalam kata dari kata Philoshophia. Dengan demikian seharusnya shufi ditulis dengan    bukan   

5. Suf         , kain yang dibuat dari bulu yaitu wol.
Hanya kain wol yang dipakai kaum shufi adalah wol kasar dan bukan wol halus seperti sekarang. Memakai wol kasar pada waktu itu adalah simbol kesederhanaan dan kemiskinan. Lawannya ialah memakai sutra oleh orang-orang yang mewah hidupnya dikalangan pemerintah. Kaum shufi sebagai golongan yang hidup sederhana dan dalam keadaan miskin, tetapi berhati suci dan mulia, menjauhi pemakaian sutra dan sebagai gantinyan memakai wol kasar.

Kelima teori di atas inilah tentang asal usul kata shufi atau secara etimologi. Dalam kelima teori ini, teori nomor limalah yang banyak diterima sebagai asal kata dari kata shufi.




Makna dan Definisi Tashawwuf


Berikut ini marilah kita simak mengenai pengertian atau makna dan definisi tashawwuf, terutama makna atau pengertian yang telah dikemukakan oleh tokoh shufi atau para pakar tashawwuf itu sendiri.

Penjelasan para pakar ini sangat penting sekali mengingat para pakar itu yang dianggap paling tahu mengenai makna dan tujuan shufi ini. Sebab bila tidak berpijak pada ahlinya dikhawatirkan akan terjadi pemutar balikan arti, penyimpangan tujuan dan ada maksud-maksud tertentu yang kurang dibenarkan.
  

Baca selengkapnya di sini !!

BEGINILAH URUTAN TATA CARA PELAKSANAAN HAJI YANG BENAR

Ibadah Haji
Sisa-Harimanusia---Ibadah haji adalah salah satu rukun Islam. HAJI, adalah rukun (tiang agama) islam yang kelima setelah syahadat, shalat, zakat dan puasa, menunaikan ibadah haji adalah bentuk ritual tahunan yang dilaksanakan kaum muslimin sedunia yang mampu ( material, fisik, dan keilmuan ) dengan berkunjung dan melaksanakan beberapa kegiatan di beberapa tempat di arab saudi pada suatu waktu yang dikenal sebagai musim haji ( ulan Dzulhijah ). Hal ini berbeda dengan ibadah umrah yang biasa dilaksanakn sewaktu – waktu.

Kegiatan inti ibadah haji dimulai pada tanggal 8 dzulhijjah ketika umat islam bermalam di mina, wukuf (berdiam diri) dipadang arafah pada tanggal 9 dzulhijjah, dan berakhir setelah melempar jumrah (melempar batu simbolisasi setan ) pada tanggal 10 dzulhijjah, masyarakat indonesia biasa menyebut juga hari raya idul adha sebagai hari raya haji kerena bersamaan dengan perayaan ibadah haji ini. Sebagai bentuk ibadah, tata cara pelaksanaan haji harus sesuai dengan perintah Allah dan dilakukan seperti yang dicontohkan oleh Rasulullah Shollallaahu ‘Alaihi wa Salam. Jika prosesnya tidak dilakukan dengan benar dan salah satu dari rukunnya terabaikan, maka ibadah hajinya dianggap tidak sah.

Sebelum mempelajari tentang rukun haji, calon jemaah sebaiknya memahami terlebih dahulu tentang hukum dan syarat haji. Hukum haji adalah fardu ain, yakni wajib sekali seumur hidup bagi setiap muslim yang mampu. Kewajiban ini telah disebutkan di dalam Alquran, surat Ali Imron, ayat 97 dan  diperkuat dengan beberapa hadis dari Rasulullah yang sahih, serta ijmak para ulama.


Alur Tata Urutan Haji


Tata Cara Haji

Adapun syarat wajib bagi seseorang untuk berhaji terdiri dari 5 perkara, yakni beragama Islam, berakal, balig, merdeka (bukan budak), dan mampu. Jika salah satu syarat tersebut tidak terpenuhi, maka seseorang tidak dikenai kewajiban untuk berhaji. Tidak ada perselisihan dari para ulama mengenai hal ini.

Pengertian mampu yang dimaksud dalam syarat wajib haji adalah memiliki bekal yang cukup, kendaraan yang memadai, jalan tempuh yang aman, serta kondisi fisik yang sehat sehingga mampu melakukan perjalanan dan ibadah di Tanah Suci. Sedangkan bekal yang cukup artinya, selain cukup membiayai keberangkatan & biaya hidup  jemaah selama di Tanah Suci,  juga cukup untuk menafkahi keluarga yang ditinggalkan tanpa harus berutang.

Selain syarat wajib, ada juga yang disebut dengan syarat sah haji, yaitu beragama Islam, berakal (tidak gila), miqot zamani atau dilakukan di waktu tertentu, yakni pada bulan hajidan bukan di waktu lainnya, serta miqot makani atau dilakukan di tempat yang telah ditetapkan. Jika keempat persyaratan tersebut tidak dipenuhi, maka hajinya tidak sah.

Hal penting lainnya yang juga harus dipahami oleh setiap muslim yang akan berhaji adalah manasik/tata cara haji. Manasik haji merupakan simulasi ibadah haji yang dilakukan sesuai tata cara aslinya. Manasih perlu dilakukan agar setiap calon jemaah lebih paham dan bisa memahami tahapan ibadah secara lebih baik.

Selanjutnya, kita akan membahas apa saja yang termasuk tata cara pelaksanaan haji (rukun haji). Setiap amalan ibadah yang termasuk rukun haji wajib dilaksanakan. Jika salah satu dari rukun tersebut  diabaikan, maka ibadah haji menjadi tidak sah. Adapun yang termasuk rukun haji, yang dicontohkan Rasulullah, adalah ihram, tawaf, sai, dan wukuf di Arafah.

Rukun pertama: Ihram
Ihram adalah niat untuk mulai beribadah haji. Niat adalah perkara batin, maka cukup dilakukan di hati saja dan tidak perlu diucapkan. Saat berihram, jemaah wajib memulai dari miqot, tidak memakai pakaian yang dijahit, hendaknya ber-talbiyah, dan tidak diperbolehkan memakai baju, jubah, mantel, imamah, penutup kepala, dan khuf atau sepatu. Jemaah wanita juga tidak diperbolehkan memakai penutup wajah dan sarung tangan.

Adapun, sunah saat berihram adalah mandi, memakai wewangian di badan, memotong bulu kemaluan dan ketiak, memendekkan kumis, memotong kuku, memakai sarung dan kain atasan yang berwarna putih bersih, serta memakai sandal. Niat ihram dilakukan setelah salat, setelahnya jemaah haji disarankan untuk memperbanyak talbiyah. Jemaah wanita boleh memakai pakaian apa saja, tidak ada ketentuan harus warna tertentu, asalkan tidak menyerupai pakaian laki-laki dan harus menutup aurat.

Rukun kedua: Tawaf
Urutan tata cara ibadah haji yang kedua adalah tawaf, yakni mengitari Kakbah sebanyak tujuh kali. Dalil yang menunjukkan wajibnya tawaf ada di dalam Alquran, surat Al-Hajj, ayat 29. Saat melaksanakan tawaf, jemaah haji wajib untuk berniat tawaf, suci dari hadas, menutup aurat seperti saat sedang salat, berada di sebelah kanan Kakbah, serta memulainya dari Hajar Aswad dan mengerakhirinya di Hajar Aswad pula.

Rukun ketiga: Sai
Sai dilakukan dengan berjalan atau berlari-lari kecil di antara bukit Shafa dan Marwah sebanyak tujuh kali. Rukun sai dilakukan setelah jemaah melakukan tawaf dan harus dilakukan berurutan. Artinya tidak boleh dilakukan sebelum tawaf atau tidak boleh diselingi ibadah apa pun setelahnya.

Pelaksanaan sa’i tidak boleh dilakukan sebelum tawaf dan tidak boleh diselingi ibadah apa pun setelahnya

Rukun keempat: Wukuf di Arafah
Wukuf di Arafah merupakan rukun haji yang paling penting. Para ulama sepakat bahwa barang siapa luput melaksanakan wukuf di Arafah, maka ia harus melakukan haji pengganti (di tahun yang lain). Pengertian wukuf adalah jemaah harus berada di daerah mana saja di Arafah dan dalam keadaan apa saja, baik dalam keadaan suci maupun tidak (haid, nifas, atau junub).

Waktu wukuf di Arafah dimulai saat matahari tergelincir pada tanggal 9 Dzulhijjah, hingga terbit fajar (masuk waktu subuh) pada tanggal 10 Dzulhijjah. Bagi jemaah yang wukuf di luar waktu tersebut, maka hajinya tidak sah. Ada beberapa kebiasaan yang dilakukan oleh beberapa jemaah, yakni wukuf di Jabal Rahmah. Mereka meyakini bahwa tempat tersebut adalah tempat terbaik untuk wukuf. Hal ini keliru, karena tidak pernah diajarkan oleh Rasulullah.

Selain keempat urutan tata cara ibadah haji tersebut, terdapat beberapa amalan wajib dalam ibadah haji. Perbedaan rukun dan wajib haji terletak pada sah atau tidaknya ibadah haji. Jika jemaah meninggalkan salah satu atau beberapa amalan wajib haji maka hajinya tetap sah, namun ada kewajiban membayar denda (dam). Amalan wajib haji antara lain:

1. Ihram dari miqot

Tempat pembatas bagi jemaah haji untuk memulai berihram disebut miqat. Tempat ini telah ditentukan sejak zaman nabi Muhammad Saw. Jika jemaah menggunakan pesawat terbang dan melintasi miqot, maka ihram dilakukan di dalam pesawat.

2. Wukuf di Arafah hingga waktu magrib bagi yang memulai wukuf di siang hari.

3. Mabit di Muzdalifah. Mabit atau bermalam di Muzdalifah biasanya dilakukan setelah wukuf. Dari Arafah, jemaah akan melewati Muzdalifah dan bermalam di sana hingga terbit fajar.

4. Melempar jumrah aqobah pada tanggal 10 Dzulhijjah dan dilakukan setelah matahari terbit. Saat melakukan jumrah, jemaah disunahkan untuk bertakbir.

5. Mabit di Mina pada hari-hari tasyriq. Saat melaksanakan haji, Rasulullah bermalam di Mina selama hari-hari tasyriq (11,12, dan 13 Dzulhijjah).

6. Mencukur dan memendekkan rambut. Mencukur atau memendekkan rambut bisa dilakukan hingga akhir tanggal 10 Dzulhijjah. Jemaah laki-laki mengambil semua bagian rambut untuk dipendekkan, sedangkan jemaah wanita cukup memotong satu ruas jari dari ujung rambut.

7. Melakukan tawaf wadak. Tawaf wadak dilakukan ketika jemaah akan meninggalkan Kakbah dan telah menyelesaikan semua rangkaian ibadah haji. Tawaf wadak dilakukan oleh setiap jemaah haji, kecuali penduduk Mekkah dan wanita haid.

Demikianlah urutan tata cara pelaksanaan haji yang baik dan benar, semoga bermanfaat, terimakasih.

SELAMAT TAHUN BARU ??? 2017

Sisa-harimanusia--Umat muslim di dunia banyak yang mengikuti dan menghadapi pergantian Tahun Baru 2016 - 2017, tetapi banyak diantara mereka sebenarnya yang tidak menyadari bahwa itu merupakan tahun baru Masehi, jika kita sebagai Umat Muslim yang beragama Islam maka kita memiliki tahun Tahun Baru sendiri yaitu Tahun Baru Islam 1 Muharam.

Sebenarnya tidak salah mengikuti pergantian tahun, tetapi jangan terjebak dengan berbagai kegiatan perayaan yang dapat merusak aqidah dan keimanan kita. Jangan ikut-ikutan pesta perayaan yang mengandung unsur perbuatan yang mengarah kepada kemaksiatan dan perbuatan yang dilarang oleh Allah SWT.



Ada dua pendapat yang mengharamkan dan menghalalkan umat islam mengikuti Perayaan Tahun Baru ini :

1. Pendapat yang Mengharamkan

Mereka yang mengharamkan perayaan malam tahun baru masehi, berhujjah dengan beberapa argumen.

a. Perayaan Malam Tahun Baru Adalah Ibadah Orang Kafir

Bahwa perayaan malam tahun baru pada hakikatnya adalah ritual peribadatan para pemeluk agama bangsa-bangsa di Eropa, baik yang Nasrani atau pun agama lainnya.

Sejak masuknya ajaran agama Nasrani ke eropa, beragam budaya paganis (keberhalaan) masuk ke dalam ajaran itu. Salah satunya adalah perayaan malam tahun baru. Bahkan menjadi satu kesatuan dengan perayaan Natal yang dipercaya secara salah oleh bangsa Eropa sebagai hari lahir nabi Isa.

Walhasil, perayaan malam tahun baru masehi itu adalah perayaan hari besar agama kafir. Maka hukumnya haram dilakukan oleh umat Islam.

b. Perayaan Malam Tahun Baru Menyerupai Orang Kafir

Meski barangkali ada yang berpendapat bahwa perayaan malam tahun tergantung niatnya, namun paling tidak seorang muslim yang merayakan datangnya malam tahun baru itu sudah menyerupai ibadah orang kafir. Dan sekedar menyerupai itu pun sudah haram hukumnya, sebagaimana sabda Rasulullah SAW: “Siapa yang menyerupai pekerjaan suatu kaum (agama tertentu), maka dia termasuk bagian dari mereka."

c. Perayaan Malam Tahun Baru Penuh Maksiat

Sulit dipungkiri bahwa kebanyakan orang-orang merayakan malam tahun baru dengan minum khamar, berzina, tertawa dan hura-hura. Bahkan bergadang semalam suntuk menghabiskan waktu dengan sia-sia. Padahal Allah SWT telah menjadikan malam untuk berisitrahat, bukan untuk melek sepanjang malam, kecuali bila ada anjuran untuk shalat malam.

Maka mengharamkan perayaan malam tahun baru buat umat Islam adalah upaya untuk mencegah dan melindungi umat Islam dari pengaruh buruk yang lazim dikerjakan para ahli maksiat.

d. Perayaan Malam Tahun Baru Adalah Bid’ah

Syariat Islam yang dibawa oleh Rasulullah SAW adalah syariat yang lengkap dan sudah tuntas. Tidak ada lagi yang tertinggal.

Sedangkan fenomena sebagian umat Islam yang mengadakan perayaan malam tahun baru masehi di masjid-masijd dengan melakukan shalat malam berjamaah, tanpa alasan lain kecuali karena datangnya malam tahun baru, adalah sebuah perbuatan bid’ah yang tidak pernah dikerjakan oleh Rasulullah SAW, para shahabat dan salafus shalih.

Maka hukumnya bid’ah bila khusus untuk even malam tahun baru digelar ibadah ritual tertentu, seperti qiyamullail, doa bersama, istighatsah, renungan malam, tafakkur alam, atau ibadah mahdhah lainnya. Karena tidak ada landasan syar’inya.

Ingatlah; Agama ku Islam dan Tahun Baruku 1 Muharam...

TIPS DAN CARA MENDIDIK ANAK YANG ISLAMI

PAI--Salah satu amal yang tidak pernah terputus pahalanya sekalipun kita telah meninggalkan dunia ini adalah “anak yang sholeh/sholehah”. Doa anak yang sholeh juga merupakan salah satu doa yang insya Allah dikabulkan oleh-Nya. Doa anak yang sholeh mampu meringankan perjalan kita kelak dialam khubur dan di akhirat. Bagaimana cara untuk mendidik anak kita menjadi anak yang sholeh? Didiklah ia dengan cara yang islami, seperti beberapa cara dan tips berikut ini:
  1. Biasakan anak kita bangun pada waktu shubuh. Contoh: sejak usia dini, ajaklah ia sholat shubuh bersama atau berjamaah di mesjid.
  2. Berikan ia lingkungan pergaulan dan pendidikan yang islami. Contoh: sejak dini ikutkan anak kita dalam TPA (Taman Pendidikan Al-Qur’an), mengikuti kursus di mesjid, dsb.
  3. Berikan teladan, bukan hanya perintah yang egois. Contoh: jangan hanya menyuruh ia belajar mengaji atau sholat, namun kita sendiri tidak melakukannya.
  4. Ajak anak kita untuk mengunjungi mesijd secara rutin. Contoh: secara rutin, ajaklah anak kita untuk berjamaah di mesjid.
  5. Perkenalkan batasan aurat sejak dini. Contoh: jika sejak dini kita biasakan anak perempuan kita menggunakan jilbab, maka saat dewasa ia justru akan merasa tidak nyaman jika memperlihatkan auratnya.
  6. Biasakan anak kita untuk selalu membawa perlengkapan sholat, terutama untuk anak perempuan.
  7. Minimalkan anak kita dalam mendengar musik-musik non islami. Sebaliknya, maksimalkan anak kita untuk mendengar ayat-ayat Al-Qur’an atau nasyid.
  8. Buatlah jadwal menonton TV dan dampingi anak ketika menonton. Jauhkan anak dari tontonan yang tidak mengandung unsur pendidikan, seperti: sinetron, film horor, film cengeng, dan lain-lain.
  9. Ajarkan nilai-nilai Islam secara langsung. Sampaikan nilai-nilai Islam yang kita kuasai kepada anak kita. Akan lebih baik jika dalam bentuk cerita yang menarik.
  10. Jadilah sahabat setia baginya. Jadikan ia nyaman untuk menjadikan kita tempat curhat yang utama sehingga kita akan selalu mengetahui masalahnya.
  11. Ciptakan suasana hangat dan harmonis dalam keluarga. Jika keluarga tidak lagi terasa hangat baginya, anak akan mencari pelampiasan di tempat lain.
  12. Lakukan semua tips di atas dengan bijak, sabar dan konsisten. Jangan pernah menggunakan kekerasan dan hindari sikap emosional yang dapat membuat anak trauma atau sakit hati.
Semoga tips-tips ini dapat membantu kita menjadi orang tua yang baik bagi anak kita dan mengajaknya bersama-sama masuk ke dalam surga-Nya yang kekal kelak. Amin.

Sumber:
https://paud-anakbermainbelajar.blogspot.com/
http://cara-muhammad.com/tips/tips-mendidik-anak/

INILAH HUKUM BUNUH DIRI YANG TERLARANG DALAM AGAMA ISLAM

Dosa-bunuh-diri
Sisaharimanusia---dalam banyak pengertian dapat disimpulkan bahwa  Bunuh diri adalah suatu upaya yang disadari dan bertujuan untuk mengakhiri kehidupan terutama bagi individu atau diri sendiri, ...Dalam Agama Islam, bunuh diri merupakan tindakan terlarang yang sangat dibenci Allah.   Ancaman dosanya pun tidak tanggung-tanggung dan begitu mengerikan. Bahkan dalam hadist dijelaskan bahwa pelaku bunuh diri akan kekal mendekam di neraka jahanam.

Dalam agama Islam, bunuh diri dengan alasan apapun adalah haram hukumnya. Orang yang melakukan perbuatan ini akan terancam mendapatkan dosa yang sangat besar. dan kelak akan mendapatkan azab yang sangat pedih dihari kiamat. Sebab hidup dan matinya seseorang itu berada di tangan Allah SWT dan merupakan karunia dan wewenang dari Allah.

Prinsipnya mengambil nyawa adalah sama untuk semua makhluk, baik nyawa orang lain maupun nyawa diri sendiri. Nyawa atau kehidupan bukanlah milik kita, melainkan diciptakan atau dijadikan dengan maksud dan tujuan. Hanya Sang Penciptalah yang mempinyai keputusan akhir dalam perkara ini, apakah Dia akan memanggil Kembali seseorang kepada-Nya atau tidak memanggilnya. Jadi kita bukanlah pemilik dari nyawa.

Azaz ini adalah prinsip yang sangat luas dan agung yang tidak boleh dilanggar, karena akhirnya akan menimbulkan kekacauan jika tidak diperhatikan. Nyawa anak kita, nyawa istri kita, ataupun nyawa keluarga-keluarga terdekat kita, semuanya dipercayakan kepada kita dan itu tidak boleh dilanggar.

Oleh karena itulah Alquran menekankan perlunya membaca "bismillah Allahu Akbar" sebelum menyembelih hewan. Hal itu mengingatkan kita bahwa kita tidak mempunyai hak atas nyawa dalam bentuk apapun juga., bukan sja mengenai nyawa manusia yang dipertanyakan itu, semua nyawa di-sertifikasi oleh Tuhan, kecuali nyawa hewan yang Dia berikan sebagai karunia bagi kita yang bisa diambil utk keperluan makan. Bahkan sikap membuang-buang makanan dari hewan secara mubazir tidak diizinkan oleh Islam, yang untuk itu kita harus mempunyai cukup alasan yang baik.

Dimana nyawa kehidupan yang mempunyai tingkatan lebih tinggi tidak dapat dikorbankan untuk keperluan kehidupan yang bertingkatan lebih rendah, tetapi apa yang mempunyai tingkatan lebih rendah dapat dikorbankan untuk yang mempunyai tingkatan yang lebih tinggi. Jadi bunuh diri hanyalah salah satu titik sudut saja dari seluruh pola rencana kehidupan.

Allah SWT melarang umatnya untuk melakukan pembunuhan ataupun bunuh diri. Bagi mereka yang melanggarnya akan diancam dengan neraka dan ia akan kekal di dalamnya. Allah SWT berfirman:

"Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu saling memakan harta sesamamu dengan jalan yang batil, kecuali dengan jalan perniagaan yang berlaku dengan suka sama-suka di antara kamu. Dan janganlah kamu membunuh dirimu; sesungguhnya Allah adalah Maha Penyayang kepadamu." [QS. An-Nisa' ayat 29]

"Dan barangsiapa berbuat demikian dengan melanggar hak dan aniaya, maka Kami kelak akan memasukkannya ke dalam neraka. Yang demikian itu adalah mudah bagi Allah." [QS. An-Nisa' ayat 30]

Sungguh pedih azab yang akan diterima oleh orang yang melakukan tindakan bunuh diri ini. Bahkan Rasulullah SAW juga bersabda mengenai hal ini.

"Siapa yang menjatuhkan dirinya dari gunung hingga mati maka di neraka jahanam dia akan menjatuhkan dirinya, kekal di dalamnya selamanya. Siapa yang menegak racun sampai mati, maka racun itu akan diberikan di tangannya, kemudian dia minum di neraka jahanam, kekal di dalamnya selamanya. Siapa yang membunuh dirinya dengan senjata tajam maka senjata itu akan diberikan di tangannya kemudian dia tusuk perutnya di neraka jahanam, kekal selamanya." [HR. Bukhari 5778 dan Muslim 109]

Ternyata orang melakukan bunuh diri itu akan mengalami tiga penderitaan, yakni penderitaan di dunia yang mendorongnya untuk melakukan perbuatan tersebut, penderitaan menjelang kematiannya serta penderitaan kekal di akhirat kelak.

Demikianlah Artikel singkat mengenai Hukum bunuh diri dalam Islam ini. Semoga kita bisa mengambil hikmah dari artikel ini, bahwasanya selaku umat Islam kita harus selalu berpedoman kepada Al-Qur’an dan hadist serta meyakini bahwa Allah SWT lah satu-satunya tempat kita berlindung dan berserah diri terhadap semua permasalahan hidup yang kita alami sekarang ini.

INILAH ALASAN MENGAPA ADAM DIHORMATI OLEH SELURUH MALAIKAT

Sebelum Allah menciptakan Adam as, sebagai manusia bapak pertama yang menelurkan manusia sejagad raya ini dengan berbagai bangsa, ras dan warna kulit yang berwarna-warni, terlebih dahulu Allah menciptakan langit dan bumi serta seisinya, menciptakan malaikat yang bahannya dari nur (cahaya), juga menciptakan iblis atau jin yang bahannya dibuat dari api.

Dalam menciptakan makhluk-makluk seperti di atas cukuplah bagi Allah dengan mengucapkan kata KUN - jadilah ; maka jadilah apa yang dia kehendaki.

Dalam hal ini Allah Ta'ala berfirman dalam Surah Yasin ayat 82 :

Artinya : "Sesungguhnya keadaan-Nya apabila Dia menghendaki sesuatu hanyalah (cukup) berkata kepadanya: "Jadilah" maka terjadilah ia".

Dan Allah menciptakan Adam as. sebagai manusia bapak pertama di dunia adalah dibuat dari bahan asli tanah liat yang diawali dengan kata-kata KUN - jadilah, FAYAKUN = maka jadilah.

Tentang penciptaan Adam as, yang bahannya dari tanah liat itu dapat kita lihat dalam surah Al-Hijr ayat 26; surah Shad ayat 71.

Sesudah Allah menciptakan Adam as. Lalu Allah memerintahkan kepada seluruh makhluk Allah yang mendahului Adam as. khususnya perintah itu ditujukan kepada seluruh malaikat untuk menghormati Adam tersebut. Maka sujudlah (memberikan penghormatan) seluruh malaikat itu kecuali iblis, ia menolak perintah Allah tersebut.  Mengapa iblis tidak mau tunduk sujud atau memberi penghormatan kepada Nabi Adam as? Karena menurutnya ia diciptakan dari api yang lebih mulia dari Adam yang terbuat dari tanah liat apa lagi busuk baunya, mengapa ia harus sujud kepada Nabi Adam as, Sifat keakuan dan egoisme inilah yang menjadikan penghalang ia tidak mau mengindahkan perintah Allah, dan akhirnya mengakibatkan bagianya sebagai hamba yang terkutuk dan dikeluarkan dari surga Allah swt.

Mengapa adam dihormati oleh seluruh Malaikat ?

Ada beberapa alasan keistimewaan yang ada pada diri Adam sehingga Adam dihormati oleh para Malaikat, diantaranya adalah :
  1. Adam adalah manusia pertama yang diciptakan Allah, dan Adamlah yang menurunkan (turunan) manusia yang ada di dunia, ada yang menjadi Nabi dan Rasul, ada yang menjadi Raja, Presiden dan bahkan ada yang menjadi orang jahat yang mengganggu ketentraman dan merusak isi alam ang diciptakan oleh manusia.
  2. Adam diciptakan oleh Allah dengan "Tangan-Nya" sendiri sedangkan makhluk-makhluk yang lain diciptakan dengan perkataan-Nya "Jadilah", maka terciptalah makhluk yang dikehendaki oleh Allah, seperti iblis, dengan kejadian tersebut maka sudah sepantasnya Allah memerintahkan makhluk-Nya supaya menghormati Adam.
  3. Selain Adam yang diciptakan Allah dengan tangan-Nya. Adam adalah seorang Nabi, seorang yang mendapat wahyu dari Allah SWT.
Dan Allah menciptakan Adam (manusia) untuk menjadi khalifatullah, menjadi manusia yang akan mengelola alam dan seluruh isinya, agar dapat menjadi pengelola yang baik, maka Allah mengajarkan kepada Nabi Adam bermacam-macam ilmu pengetahuan dan memberikan akal pikiran dan budi pekerti, serta keinginan yang kuat "nabsu" untuk terus berkembang dan termotiviasi dalam kehidupan ini.

Demikianlah tentang alasan mengapa Nabi Adam "manusia" dihormati oleh seluruh Malaikat. Semoga bermanfaat, terimakasih.


KISAH NABI IBRAHIM

Sisah-Harimanusia----Nabi Ibrahim adalah putra Aazar (Tarih) bin Tahur bin Saruj bin Rau’ bin Falij bin Aabir bin Shalih bin Afrakhsyad bin Saam bin Nuh (baca Kisah Nabi Nuh AS). Nabi Ibrahim dilahirkan disebuah tempat bernama Faddam A’ram yang termasuk wilayah kerajaan Babilon. Kerajaan Babilon pada waktu itu diperintah oleh seorang raja yang bengis dan mempunyai kekuasaan absolute yaitu Namrud. Ia seorang raja yang tidak mau lengser dan ingin berkuasa terus-menerus bahkan ingin hidup terus-menerus. Karena itu ia tak segan-segan untuk membodohi rakyatnya agar menyembah berhala. Bahkan ia juga memproklamirkan dirinya sebagai salah satu Tuhan yang harus disembah oleh rakyatnya. Sehingga segala perintahnya tak ada yang berani membangkang.

Sebelum Nabi Ibrahim lahir, raja Namrud pernah bermimpi melihat seorang anak lelaki melompat masuk ke dalam kamarnya lalu merampas mahkota dan menghancurkannya. Esok harinya ia memanggil tukang ramal dan tukang tenung untuk menafsirkan mimpinya itu. Menurut tukang ramal, anak laki-laki dalam mimpi sang raja itu kelak akan meruntuhkan kekuasaan sang raja. Tentu saja raja namrud murka. Ia memerintahkan kepada para prajuritnya untuk membunuh setiap bayi laki-laki yang baru saja lahir. Ketika Ibrahim lahir, kedua orang tuanya bersembunyi di dalam gua. Sejak bayi hingga menginjak remaja ia dibesarkan di dalam gua. Ia tidak pernah melihat dunia luar.

Ibrahim Mempergunakan Akalnya untuk berpikir

Rasa ingin tahu merasuki jiwa Ibrahim, selama ini ia hanya melihat bongkahan batu dan tanah di dalam gua. Ketika ibunya sedang pergi ke kota mencari makanan, ia pun mencoba keluar gua. Begitu menapakkan kakinya di luar gua, Ibrahim tercengang. Ia benar-benar takjub melihat alam yang sangat luas, gunung-gunung menjulang tinggi, langit biru terbentang luas, ombak laut berkejar-kejaran. Di siang hari ia melihat cerahnya mentari, di malam hari ia melihat sinar bulan yang menerangi malam.

Sejak kecil Nabi Ibrahim sudah mendapat petunjuk dari Tuhan, ia merasa heran melihat orang-orang yang menyembah patung padahal patung-patung itu tak bisa bicara, tak bisa melihat, tak bisa mendengar dan tak bisa memberikan pertolongan. Mengapa mereka menyembah benda mati ?” demikian pertanyaan yang timbul di benak Ibrahim. Jika ia bertemu dengan unta, kambing dan domba-domba selalu bergolak pertanyaan dalam hatinya, siapakah yang menciptakan semua itu ?

Ibrahim ingin mencari siapakah yang berkuasa atas semua ini, siapakah seharusnya yang pantas dijadikan Tuhan dan wajib disembah ? Ketika malam tiba, ia melihat bulan dan bintang-bintang, namun bulan itu akhirnya tenggelam tak tampak lagi. Pada siang hari ia melihat matahari, namun disenja hari matahari itu juga tenggelam tak Nampak lagi. Ibrahim berkata dalam hatinya : “Aku tidak suka bertuhan yang tenggelam itu.” Akhirnya Ibrahim dapat menemukan kesimpulan, akal pikirannya yang masih suci bersih itu memutuskan bahwa Tuhan adalah Yang menciptakan semua alam ini. Berkata dalam hatinya : “Tuhanku adalah yang menciptakan langit dan bumi, Tuhanku yang menciptakan manusia, tetumbuhan, hewan dan apa-apa saja yang terdapat di muka bumi ini.

Ibrahim bergaul dengan kaumnya
Sesudah dewasa dan berita tentang pembunuhan bayi-bayi sudah sirna. Ibrahim diijinkan kedua orang tuanya keluar dari gua untuk hidup ditengah-tengah masyarakat. Kesedihan menggoroti hatinya, ternyata masyarakat disekitarnya sudah bobrok mental dan akhlaknya. Akal pikiran mereka benar-benar sudah tumpul sehingga patung dan batu-batu bergambar mereka jadikan Tuhan yang disembah-sembah. Ayah Ibrahim sendiri adalah tukang pembuat patung yang dijual ke masyarakat banyak, dan ayahnya juga menyembah patung yang dibuatnya sendiri.

Ibrahim kemudian mengadu kepada Tuhan : “Ya Tuhan, aku sedang menderita, derita batin. Aku melihat kemungkaran dan kesesatan, untuk apakah gerangan akal pikiran yang dikaruniakan Tuhan kepada mereka ? Apakah akal pikiran itu hanya digunakan untuk mencari kekayaan dan berbuat kerusakan belaka. Oh Tuhanku, tunjukilah aku kalau Tuhan tidak menunjuki aku, sesungguhnya aku akan menjadi orang yang tersesat dan berbuat aniaya.

Lalu Allah memberikan petunjuk kepadanya, ia diangkat menjadi Nabi dan Rasul. Ia diberi Wahyu sehingga keyakinan tentang adanya Tuhan bukan sekedar kesimpulan akal pikirannya belaka melainkan berasal dari ketetapan Tuhan. Allah mengajarkan segala rahasia yang ada di balik alam nyata ini, bahwa di balik alam nyata ini ada juga alam ghaib. Setiap manusia yang mati kelak akan dibangkitkan lagi di alam akhirat.

Ibrahim Meyakinkan Dirinya
Nabi Ibrahim sebenarnya sudah percaya akan adanya hari pembalasan di akhirat. Pada suatu hari ia ingin memperoleh petunjuk yang lebih nyata dan meyakinkan hatinya. Maka berdoalah ia kepada Tuhan : “Ya, Tuhanku perlihatkanlah kepadaku, bagaimana Engkau menghidupkan orang-orang mati.” Allah menjawab permintaan Ibrahim itu dengan sebuah pertanyaan : “Apakah kamu belum percaya Ibrahim ?” Nabi Ibrahim menjawab : “Saya telah percaya tetapi supaya bertambah yakin hati saya.”

Tuhan kemudian memerintahkan Ibrahim mengambil empat ekor burung. Keempatnya dipotong-potong dan tubuhnya dicerai beraikan atau dipisah-pisahkan. Potong-potongan kecil dari keempat burung itu dilumatkan kemudian dijadikan empat onggok masing-masing onggokan diletakan di puncak empat bukit yang letaknya berjauhan. Ibrahim kemudian diperintahkan mengambil burung-burung yang sudah hancur tadi. Tiba-tiba saja burung itu hidup lagi seperti sedia kala dan menghampiri Nabi Ibrahim.

Kini bertambah yakinlah Ibrahim akan kekuasaan Allah yang menghidupkan sesuatu yang sudah mati. Allah kemudian berfirman kepada Ibrahim : “Demikian pula Aku akan membangkitkan manusia yang sudah mati untuk dihidupkan di alam akhirat, dan akan dihisap amal perbuatannya sewaktu di dunia. Dan semua manusia akan menerima balasannya sendiri-sendiri”.

Ajakan kepada Ayahnya Meninggalkan Berhala
Sebelum Nabi Ibrahim mengajak kaumnya untuk meninggalkan penyembahan terhadap berhala, pertama kali yang diajaknya menyembah Allah adalah ayahnya sendiri. Ayah Ibrahim yang bernama Aazar adalah pembuat patung berhala, ia memperingatkan ayahnya dengan bahasa yang lemah lembut penuh kesopanan : “Wahai ayahku, mengapa engkau menyembah sesuatu yang tidak mendengar, tidak melihat dan tidak dapat menolong kamu sedikitpun ? Wahai ayahku, sesungguhnya aku mempunyai ilmu yang diberikan Allah dan tidak mungkin diberikan kepadamu. Maka ikutilah nasihat-nasihatku, nsicaya akan menunjukan kepadamu jalan yang lurus. Wahai ayahku, janganlah engkau menyembah setan. Sesungguhnya setan itu durhaka kepada Tuhan Yang Maha Pemurah. Wahai ayahku, sesungguhnya aku kuatir engkau akan ditimpa adzab dari Tuhan Yang Maha Pemurah, maka engkau akan menjadi kawan dari setan.”

Tapi ayahnya tidak mau mengikuti ajakan Ibrahim. Berkata ayahnya, “Bencikah kamu terhadap Tuhanku, Ibrahim ? Jika kamu tidak berhenti mengajakku niscaya aku akan merajammu. Tinggalkanlah aku buat waktu yang lama. Karena ayahnya tidak mau mengikuti ajakannya ia hanya berkata : “Semoga keselamatan dilimpahkan kepadamu, aku akan memintakan ampun bagimu pada Tuhanku. Sesungguhnya Dia sangat baik padaku. Dan aku akan menjauhkan diri dari padamu dan dari apa yang kamu sembah selain Allah. Dan aku akan berdoa kepada Tuhanku. Mudah-mudahan aku tidak kecewa dengan berdoa kepada Tuhanku.”

Doa atau permohonan Nabi Ibrahim untuk ayahnya tak lain adalah karena kasih sayangnya selaku anak kepada ayahnya. Namun setelah Allah menerangkan bahwa ayah Ibrahim adalah musuh Allah maka Ibrahim berlepas diri dari padanya. Tak ada beban moral lagi selaku anak kepada ayahnya seperti tersebut dalam Al-Qur’an : “Dan permintaan ampun dari Ibrahim untuk ayahnya, tidak lain hanyalah karena suatu janji yang telah diikrarkan kepada ayahnya itu. Maka tatkala jelas bagi Ibrahim bahwa ayahnya adalah musuh Allah, maka Ibrahim berlepas diri dari padanya. Sesungguhnya Ibrahim adalah seorang yang lembut hatinya lagi penyantun.”

Nabi Ibrahim Menghancurkan Berhala-berhala
Nabi Ibrahim adalah seorang cerdas dan ahli logika serta strategi yang ulung, ia ingin berdialog dengan Raja Namrud di hadapan orang banyak dengan cara ia hancurkan lebih dulu berhala-berhala yang menjadi sesembahan Raja Namrud dan rakyatnya. Hal itu ia lakukan ketika sang raja dan semua rakyat sedang berpesta hari raya dengan berburu di tengah hutan. Disaat rumah penyembahan berhala kosong maka Ibrahim masuk membawa kapak. Berhala-berhala kecil dan sedang dihancurkannya, lalu kapak yang dibawanya itu diletakkan di leher berhala yang paling besar.

Raja Namrud dan pengikutnya kembali dari perburuan dengan wajah gembira. Mereka akan mengadakan pesta pora sambil menyembah berhala diruang pemujaan. Namun betapa terkejut mereka saat melihat berhala-berhala itu telah cerai berai. “Kurang ajar siapa yang berani menghancurkan berhala kita ? “Raja Namrud meluapkan amarahnya. Tidak seorang pun menjawab, namun ada seorang saksi yang melihat bahwa hanya Ibrahim saja yang tidak ikut berburu ke hutan dengan alas an perutnya sakit. “Tangkap dia dan bawa ke hadapanku !” Perintah Raja Namrud. Ibrahim kemudian ditangkap, dalihnya karena hanya ia seorang yang tidak ikut keluar kota untuk berburu hewan. Pastilah ia yang melakukan penghancuran ini.

Ia dibawa ke hadapan Raja Namrud, disaksikan rakyat banyak ia diinterogasi. Ibrahim tersenyum, memang inilah yang diharapkannya. Bertanya Raja namrud : “Apakah kamu yang menghancurkan berhala-berhala itu ?” Bukan ! “jawab Ibrahim. “Ibrahim ! Sergah Raja Namrud. “Cukup banyak bukti yang menunjukkan kaulah pelakunya. Tak usah mungkir !” Bukan aku pelakunya ! Jawab Ibrahim untuk memancing emosi Raja Namrud. Ia ingin mengajak dialog raja itu.

Baiklah Raja Namrud, “kata Ibrahim, “saya punya pikiran, kamu juga punya pikiran. Kalau mau mencari tahu siapa pelaku penghancuran berhala-berhala itu maka tanyakanlah kepada berhala yang paling besar itu. Bukankah kapak itu menggantung di lehernya, berarti berhala paling besar itu pelakunya.raja Namrud berang mendengar ucapan itu : “Hai Ibrahim kau sungguh bodoh ? dimana otakmu ? masak patung seperti itu akan saya ajak bicara mana mungkin dia bias bicara ? Kau jangan mengada ngada !

“Hai Raja namrud ! Kata Ibrahim dengan lantangnya, siapa sebenarnya yang bodoh. Mengapa patung yang tak dapat bicara dan bergerak kau jadikan Tuhan yang harus disembah. Mengapa patung dan berhala yang tak dapat melindungi dirinya itu kalian puja-puja, bukanlah ini kebodohan yang teramat sangat ?” Raja Namrud dan pengikutnya terdiam mendengar jawaban Ibrahim itu. Sebagian masyarakat akalnya sehat membenarkan ucapan Nabi Ibrahim itu, namun mana berani mereka angkat bicara. Sementara Raja Namrud dan pengikutnya tak dapat membantah. Hanya amarah yang timbul di hatinya, dan langsung Raja Namrud memerintahkan Ibrahim untuk ditangkap dan diikat.

Apa hukuman yang pantas dijatuhkan untuknya ? Taya Raja Namrud kepada para penasihatnya. Bakar ! bakar saja dia sampai mati ! jawab para penasihat kerajaan. Kayu-kayu segera dikumpulkan, Ibrahim diletakkan di atasnya dalam keadaan terikat kemudian dibakarlah ia hingga kayu yang bertumpuk-tumpuk itu habis. Raja Namrud dan rakyatnya mengira Ibrahim akan hangus menjadi abu. Namun setelah api itu padam Ibrahim masih segar bugar. Itulah mujizat Nabi Ibrahim. Tak mempan terbakar.

Dialog Ibrahim dengan Raja namrud
Sesudah Ibrahim dibakar tidak mati, sebenarnya banyak rakyat yang mau mengikuti ajarannya. Tapi karena takut pada ancaman Raja Namrud, maka mereka masih banyak yang kafir. Nabi Ibrahim pun meneruskan dakwahnya untuk mengajak manusia hanya menyembah Allah. Hal ini membuat murka Raja namrud. Suatu hari Nabi Ibrahim dipanggil menghadap ke istana Raja Namrud. Engkau telah menyebarkan fitnah yang jahat sekali, “Kata Raja Namrud, “Adakah Tuhan selain aku ? Akulah Tuhan yang harus kamu sembah. Aku dapat megatur dan merusak segala-galanya. Siapakah yang lebih tinggi kekuasaannya dari pada aku ? Hukum yang kutetapkan mesti berlaku, keputusanku pasti berjalan. Semua orang tunduk kepadaku, mengapa kau menantangku ?”

Dengan tenang Ibrahim menjawab : Tuhanku adalah Allah. Dialah yang kusembah, dia telah menciptakan kamu dan aku yang asalnya tidak ada. Ia sanggup mematikan dan menghidupkan siapa saja yang dikehendaki-Nya. Ia adalah pencipta langit dan bumi. Raja Namrud menyanggah jawaban Ibrahim itu dengan pendapatnya yang konyol “ “Aku juga bias menghidupkan dan mematikan. Benarkah ? Tanya Nabi Ibrahim. Raja namrud kemudian memerintahkan pengawal untuk megeluarkan dua orang narapidana. Kemudian Namrud mengambil pedang, salah seorang dari narapidana itu dipenggal lehernya sampai mati, seorang lagi diampuni, dibiarkan hidup. Lalu Namrud berkata : “Begitulah caranya aku menghidupkan dan mematikan.”

“Itu bukan mematikan, melainkan membunuh dengan cara biadab dan kejam. “Kata Ibrahim, Tuhanku bias menjalankan matahari dari timur ke barat, jika kau memang berkuasa namrud, cobalah kau jalankan matahari itu dari barat ke timur !” Namrud terbungkam tak bias bicara. Tantangan Nabi Ibrahim benar-benar telah dijatuhkan oleh kecerdasan akal Ibrahim. Namrud terbungkam tak bisa bicara. Tantangan Nabi Ibrahim benar-benar membuatnya keok, tak bisa membantah lagi, ia benar-benar telah dijatuhkan oleh kecerdasan akal Nabi Ibrahim. Sejak saat itu Namrud menganggap Ibrahim sebagai musuh besarnya.

Ibrahim Hijrah ke Mesir
Karena Negeri babilon tidak aman lagi bagi Ibrahim dan istrinya maka ia memutuskan untuk pindah ke Syam (Palestina). Bersama Nabi Luth yang kemudian juga menjadi Nabi dan beberapa pengikutnya ia meninggalkan Babilon (baca Kisah Nabi Luth AS). Namun tidak berapa lama di Negeri Palestina diserang bahaya kelaparan dan penyakit menular. Ibrahim dan pengikutnya kemudian pindah ke Mesir. Mesir pada waktu itu diperintah oleh Raja kejam dan suka berbuat seenaknya. Raja Mesir suka merampas wanita-wanita cantik walapun wanita itu bersuami.

Ketika Raja Mesir mendengar bahwa Sarah adalah perempuan yang cantik maka Ibrahim dan Sarah dipanggil menghadap. Ibrahim berdebar, Raja Mesir memang mempunyai kebiasaan aneh, yaitu merampas istri orang yang berwajah cantik sekedar untuk menunjukkan betapa besar kekuasaannya, tak seorang pun berani menghalangi perbuatannya. Setelah menghadap Raja Mesir ia ditanya : “Siapakah perempuan itu ? “Saudaraku, “jawab Ibrahim, sengaja ia berbohong, sebab jika ia berkata terus terang tentu ia akan dibunuh Raja Mesir dan istrinya akan dirampas. Perbuatan Ibrahim ini menjadi kaidah, boleh berbohong dalam keadaan terdesak dan terancam bahaya.

Nabi Ibrahim dan istrinya boleh tinggal di istana, pada suatu hari Sarah dapat menyembuhkan sakit Raja Mesir yaitu sepasang tangan Raja itu mengatup rapat tak dapat digerakkan, atas jasanya itu Sarah kemudian diberi hadiah seorang budak perempuan bernama Hajar. Dan dengan ikhlas hajar kemudian diberikan kepada Ibrahim untuk dijadikan Istri. Di Mesir, Ibrahim dapat hidup tentram dan makmur. Hartanya melimpah ruah. Tapi justru ini menjadikan iri hati bagi penduduk asli Mesir. Maka Ibrahim kemudian memutuskan kembali ke Palestina. Sejak saat itu Palestina dijadikan tempat tinggalnya. Di jadikan tanah airnya dan dijadikan tempat untuk menyembah Allah. Di Negeri Palestina itu Hajar melahirkan seorang anak lelaki yang bernama Ismail. Tak lama kemudian Sarah juga melahirkan anak laki-laki dan dinamakan Ishak.

*   *   *

INILAH ALASAN MENGAPA DILARANG MAKAN MINUM BERDIRI !!

Tata cara makan dan minum dalam Islam juga diatur, selain melihat sisi barokahnya juga dilihat dari segi kesehatan dan manfaat bagi tubuh manusia. Makan dan minum juga memerlukan aturan dan kesopanan. Islam telah mengatur tata cara makan dan minum sesuai yang dicontohkan oleh Rasulullah SAW. Makan dan minum yang dicontohkan oleh Rasulullah SAW adalah aturan yang harus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.  Dalam tuntunan Islam khususnya yang tertera dalam hadits Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam sering kita diingatkan agar jangan minum dan makan sambil berdiri. Mengapa demikian??....

Diriwayatkan oleh Anas radhiyallahu ‘anhu dari Nabi Muhammad shalallahu ‘alaihi wa sallam:

Bahwa Nabi melarang (dalam satu riwayat lain mencela) seseorang untuk minum sambil berdiri”.

Hadits ini ditakhrij oleh Imam Muslim (juz I hal. 110), Abu Dawud (no. 3717), At-Tirmidzi (3/117), Ad-Darimi (2/120-121), Ibnu Majah (2/338), Ath-Thahawi dalam Syarh Al-Ma’ani (2/357) dan Al-Musykil (3/18), (2/332), Ahmad (3/118, 131, 147,199, 214, 250, 277, 291), dan Abu Ya’la (156/2, 158/2, 159/2) serta Adh-Dhiya’ dalam Al-Mukhtarah (205/2) dari jalur Qatadah berasal dari Anas secara marfu’.

Dua orang terakhir ini menambahkan kalimat: “dan makan sambil berdiri.” Dalam sanadkeduanyaadaMakhtar Al-Waraq, diadha’ifdansungguhdiperselisihkan. Kemudian dalam riwayat Muslim dan lainnya terdapat lafazh: “Qatadah berkata, “Kemudian kami berkata: “Kalau makan?” Beliau bersabda: “Itu lebih buruk dan lebih keji”.

Pada saat duduk, apa yang diminum atau dimakan oleh seseorang akan berjalan pada dinding usus dengan perlahan dan lambat. Tapi bila minum sambil berdiri, maka ia akan menyebabkan jatuhnya cairan dengan keras ke dasar usus dengan keras. Konon katanya, jika ini terjadi berulang-ulang dalam waktu lama maka akan menyebabkan membesar dan jatuhnya usus, yang kemudian menyebabkan disfungsi pencernaan.

Memang diriwayatkan, Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam pernah sekali minum sambil berdiri, maka itu disebabkan ada sesuatu yang menghalangi beliau untuk duduk, seperti penuh sesaknya manusia pada tempat-tempat suci, bukan merupakan kebiasaan.

Jadi kita ini disunahkan untuk makan dan minum dengan kondisi duduk tidak berdiri. berdasarkan kesehatan katanya pada saat manusia dengan kondisi berdiri, posisi demikian dalam keadaan tegang, organ keseimbangan dalam pusat saraf sedang bekerja keras karena berusaha mempertahankan semua otot pada tubuhnya agar berdiri stabil dan dengan sempurna.

Ini merupakan kerja yang melibatkan semua susunan saraf dan otot secara bersamaan sehingga dibutuhkan ketenangan pada masa makan dan minum. Ketenangan ini didapat pada saat duduk, di mana saraf berada dalam keadaan tenang dan tidak tegang, sehingga sistem pencernaan dalam keadaan sedia untuk menerima makanan dan minum dengan cara cepat.

Jadi makanan dan minuman yang dimakan pada masa berdiri membuat refleksi saraf yang dilakukan oleh reaksi saraf kelana (saraf otak kesepuluh) yang banyak tersebar pada lapisan endotel yang mengelilingi usus.

Refleksi ini apabila terjadi secara keras dan tiba-tiba, menyebabkan tidak berfungsinya saraf (vagal inhibition) yang bisa mematikan bagi jantung, sehingga menyebabkan pingsan atau mati mendadak. Akibatnya bila makan dan minum berdiri secara terus-menerus sangat membahayakan dinding usus dan memungkinkan terjadinya luka pada perut.

Selain itu, air yang masuk dengan cara duduk akan disaring oleh sfringer. Sfringer adalah suatu struktur muskular (berotot) yang boleh membuka (sehingga air kencing boleh keluar) dan menutup. Setiap air yang kita minum akan disalurkan pada ‘pos-pos’ penyaringan yang berada di ginjal.

Jika kita minum sambil berdiri. Air yang kita minum otomatik masuk tanpa disaring lagi. Terus menuju kandungan air kencing. Ketika menuju kandungan air kencing itu terjadi pengendapan di saluran sepanjang perjalanan (ureter). Kerana banyak sisa-sisa yang melekat di ureter inilah awal mula munculnya bencana. Benar, penyakit kristal ginjal. Salah satu penyakit ginjal yang sungguh berbahaya. Akibatnya susah kencing, jelas ini berhubungan dengan saluran yang sedikit demi sedikit tersumbat tadi.

Mungkin hal ini bisa menjadi perdebatan oleh para ahli atau siapa pun. Namun, kebiasaan makan dan minum dengan kondisi duduk merupakan sunnah Nabi. Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam telah mengajar kita agar kita minum dengan cara yang baik. Itulah indahnya Islam jika penuh dengan adab. Aamiin!!

Sumber: http://syafabwi.blogspot.co.id/2015/05/bahaya-makan-dan-minum-sambil-berdiri.

TATA CARA SHOLAT JENAZAH BESERTA DOA-DOANYA YANG BENAR

Shalat-Mayit, Shalat-jenazah,
Shalat Jenazah
Sisa-Harimanusia---Salah satu sholat yang wajib dilaksanakan adalah sholat jenazah. Menshalati jenazah seorang muslim hukumnya fardhu/ wajib kifayah, karena adanya perintah Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam dalam beberapa hadits. Di antaranya hadits Abu Qatadah Radhiyallahu ‘anhu, ia menceritakan: “Didatangkan jenazah seorang lelaki dari kalangan Anshar di hadapan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam agar beliau menshalatinya, ternyata beliau Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Shalatilah teman kalian ini, (aku tidak mau menshalatinya) karena ia meninggal dengan menanggung hutang.” Mendengar hal itu berkatalah Abu Qatadah: “Hutang itu menjadi tanggunganku.” Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Janji ini akan disertai dengan penunaian?”. “Janji ini akan disertai dengan penunaian,“ jawab Abu Qatadah. Maka Nabi pun menshalatinya”. Berikut ini akan Admin ringkaskan tentang tata cara  dan Doa-doa dalam sholat jenazah tersebut.

Berikut ini adalah rukun dalam sholat jenzah :

1. Niat
Setiap shalat dan ibadah lainnya kalo gak ada niat dianggap gak sah, termasuk niat melakukan Shalat jenazah. Niat dalam hati dengan tekad dan menyengaja akan melakukan shalat tertentu saat ini untuk melakukan ibadah kepada Allah SWT.
"Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan keta'atan kepada-Nya dalam agama yang lurus, dan supaya mereka mendirikan shalat dan menunaikan zakat; dan yang demikian itulah agama yang lurus." (QS. Al-Bayyinah : 5).

Hadits Rasulullah SAW dari Ibnu Umar ra, bahwa Rasulullah SAW bersabda:
"Sesungguhnya setiap amal itu tergantung niatnya. Setiap orang mendapatkan sesuai niatnya." (HR. Muttafaq Alaihi).

2. Berdiri Bila Mampu
Shalat jenazah sah jika dilakukan dengan berdiri (seseorang mampu untuk berdiri dan gak ada uzurnya). Karena jika sambil duduk atau di atas kendaraan [hewan tunggangan], Shalat jenazah dianggap tidak sah.

3. Takbir 4 kali
Aturan ini didapat dari hadits Jabir yang menceritakan bagaimana bentuk shalat Nabi ketika menyolatkan jenazah.

Dari Jabi ra bahwa Rasulullah SAW menyolatkan jenazah Raja Najasyi (shalat ghaib) dan beliau takbir 4 kali.
(HR. Bukhari : 1245, Muslim 952 dan Ahmad 3:355)

Najasyi dikabarkan masuk Islam setelah sebelumnya seorang pemeluk nasrani yang taat. Namun begitu mendengar berita kerasulan Muhammad SAW, beliau akhirnya menyatakan diri masuk Islam.

4. Membaca Surat Al-Fatihah

5. Membaca Shalawat kepada Rasulullah SAW
6. Doa Untuk Jenazah (dipimpin imam)

Dalilnya adalah sabda Rasulullah SAW :
"Bila kalian menyalati jenazah, maka murnikanlah doa untuknya."
(HR. Abu Daud : 3199 dan Ibnu Majah : 1947).

Diantara lafaznya yang dicontohkan oleh Rasulullah SAW antara lain :
"Allahummaghfir lahu warhamhu, wa’aafihi wa’fu ‘anhu, wa akrim nuzulahu, wa wassi’ madkhalahu, waghsilhu bil-ma’i watstsalji wal-baradi."

7. Doa Setelah Takbir Keempat
Misalnya doa yang berbunyi :
"Allahumma Laa Tahrimna Ajrahu wa laa taftinnaa ba’dahu waghfirlana wa lahu.."

8. Salam

Berikut ini adalah Tata Cara, Urutan dan Do'a Sholat Jenazah :

1. Lafazh Niat Shalat Jenazah :
"Ushalli ‘alaa haadzal mayyiti fardlal kifaayatin makmuuman/imaaman lillaahi ta’aalaa.."

Artinya:
"Aku niat shalat atas jenazah ini, fardhu kifayah sebagai makmum/imam lillaahi ta’aalaa.."

2. Setelah Takbir pertama membaca: Surat "Al Fatihah."

3. Setelah Takbir kedua membaca Shalawat kepada Nabi SAW : "Allahumma Shalli ‘Alaa Muhamad?"

4. Setelah Takbir ketiga membaca:

اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لَهُ وَارْحَمْهُ وَعَافِهِ وَاعْفُ عَنْهُ، وَأَكْرِمْ نُزُلَهُ، وَوَسِّعْ مَدْخَلَهُ، وَاغْسِلْهُ بِالْمَاءِ وَالثَّلْجِ وَالْبَرَدِ، وَنَقِّهِ مِنَ الْخَطَايَا كَمَا نَقَّيْتَ الثَّوْبَ اْلأَبْيَضَ مِنَ الدَّنَسِ، وَأَبْدِلْهُ دَارًا خَيْرًا مِنْ دَارِهِ، وَأَهْلاً خَيْرًا مِنْ أَهْلِهِ، وَزَوْجًا خَيْرًا مِنْ زَوْجِهِ، وَأَدْخِلْهُ الْجَنَّةَ، وَأَعِذْهُ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ وَعَذَابِ النَّارِ

Ya Allah! Ampunilah dia (mayat) berilah rahmat kepadanya, selamatkanlah dia (dari beberapa hal yang tidak disukai), maafkanlah dia dan tempatkanlah di tempat yang mulia (Surga), luaskan kuburannya, mandikan dia dengan air salju dan air es. Bersihkan dia dari segala kesalahan, sebagaimana Engkau membersihkan baju yang putih dari kotoran, berilah rumah yang lebih baik dari rumahnya (di dunia), berilah keluarga (atau istri di Surga) yang lebih baik daripada keluarganya (di dunia), istri (atau suami) yang lebih baik daripada istrinya (atau suaminya), dan masukkan dia ke Surga, jagalah dia dari siksa kubur dan Neraka.”

atau bisa secara ringkas :

"Allahummagh firlahu warhamhu wa’aafihi wa’fu anhu.."

Artinya:
"Ya Allah, ampunilah dia, berilah rahmat, sejahtera dan maafkanlah dia"

5. Setelah takbir keempat membaca:

"Allahumma la tahrim naa ajrahu walaa taftinnaa ba’dahu waghfirlanaa walahu.."

Artinya:
"Ya Allah janganlah kami tidak Engkau beri pahalanya, dan janganlah Engkau beri fitnah kepada kami sesudahnya, dan berilah ampunan kepada kami dan kepadanya"

6. "Salam" kekanan dan kekiri.

Catatan: Jika jenazah wanita, lafazh ‘hu’ diganti ‘ha’.

Demikian tentang tata cara dan do'a sholat jenazah, semoga bisa menambah wawasan dan amaliah pembaca sekalian, terimakasih sudah berkunjung semoga bermanfaat.

Allahummaghfirlahu warhamu wa 'aafiihi wa'fu anhu.

* * *

Cari Artikel